Kepala Bakom Angkat Bicara soal Heboh Data Desil
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Data desil pengelompokan keluarga berdasarkan kesejahteraan di Indonesia menjadi kontroversi karena dianggap tidak akurat. Banyak masyarakat khawatir perhitungan desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) membuat bantuan sosial tidak bisa diakses. Kepala Bakom Muhammad Qodari menyatakan keluasan keluhan akan menjadi masukan untuk koreksi. Presiden Prabowo Subianto juga mengumumkan penyesuaian basis data untuk meningkatkan akurasi. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan data sosial dan ekonomi bersifat dinamis dan akan dievaluasi melalui Sensus Ekonomi BPS. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan desil merupakan gambaran posisi relatif kesejahteraan, bukan ukuran absolut kemiskinan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 13.05
Legislator PDIP Soroti Permasalahan Desil, Potensi Buat Anak Indonesia Putus Sekolah
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 12.33
BPS Jelaskan Definisi, Manfaat, dan Cara Kerja DTSEN
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 10.29
Polling: Kamu Sudah Cek Desil? Sesuai atau Tidak?
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 20.01
Farhan Soroti Transisi Desil 5-6, Minta Warga Rentan Tetap Terlindungi
Berita terkait
Celios: Pengukuran Ekonomi Melalui Desil Berpotensi Perlebar Ketimpangan
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 16.47
Potret Pekerja, Kondisi Ekonomi Tak Berubah tapi Desil Naik
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.34
ASPIRASI Desak Pemerintah Evaluasi Total Sistem Desil Kesejahterahan
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 15.46
Walkot Bandung Ungkap Kelompok Warga Paling Rentan Kehilangan Bansos
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 15.45