Ketika Klarifikasi Pemerintah Berubah Menjadi Pembelaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengalami salah ucap saat menyebut upah pengupas bawang merah sebesar Rp700.000 per kilogram, padahal angka sebenarnya di dalam naskah pidato adalah Rp700 per kilogram. Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan (BAKOM), Qodari, mengklarifikasi bahwa kekeliruan tersebut murni ketidaksengajaan akibat durasi pidato yang panjang, tidak masuk akal jika dibandingkan dengan harga bawang, serta menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
Respons BAKOM mencerminkan strategi perbaikan citra yang memadukan dalih ketidaksengajaan, pengurangan signifikansi kesalahan, dan pengakuan kekeliruan. Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara memilih sikap lebih berhati-hati dengan menyatakan akan memverifikasi data terlebih dahulu guna mencegah munculnya interpretasi baru yang keliru di tengah masyarakat.
Peristiwa ini menekankan pentingnya evaluasi terhadap sistem pendukung komunikasi kepresidenan. Klarifikasi pemerintah dinilai perlu berfokus pada kecepatan koreksi data dan perbaikan sistem secara transparan, bukan sekadar memberikan pembelaan atau menuntut publik untuk selalu berprasangka baik terhadap pernyataan pejabat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 14.04
Pidato Presiden Prabowo Bikin PPPK Bertanya: Di Mana Kehadiran Negara untuk Kami?
Berita terkait
Hakim Selalu dalam Ingatan, Guru dan Nakes Lagi-lagi Terlupakan
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 19.00
Idrus Marham Puji Pidato Prabowo soal Kedaulatan di Berbagai Sektor Ekonomi
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 22.21
Puji Pidato Prabowo, Anggota MPR Sebut Pemerintah Tengah Bangun Fondasi
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.48
Prabowo Tak Masalah Kinerja Pemerintah Diawasi dan Dikritik, Sampaikan Terima Kasih ke PDIP
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 17.46