Ketika Klarifikasi Pemerintah Berubah Menjadi Pembelaan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto mengalami salah ucap saat menyebut upah pengupas bawang merah sebesar Rp700.000 per kilogram, padahal angka sebenarnya di dalam naskah pidato adalah Rp700 per kilogram. Kepala Badan Komunikasi Kepresidenan (BAKOM), Qodari, mengklarifikasi bahwa kekeliruan tersebut murni ketidaksengajaan akibat durasi pidato yang panjang, tidak masuk akal jika dibandingkan dengan harga bawang, serta menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
Respons BAKOM mencerminkan strategi perbaikan citra yang memadukan dalih ketidaksengajaan, pengurangan signifikansi kesalahan, dan pengakuan kekeliruan. Di sisi lain, Menteri Sekretaris Negara memilih sikap lebih berhati-hati dengan menyatakan akan memverifikasi data terlebih dahulu guna mencegah munculnya interpretasi baru yang keliru di tengah masyarakat.
Peristiwa ini menekankan pentingnya evaluasi terhadap sistem pendukung komunikasi kepresidenan. Klarifikasi pemerintah dinilai perlu berfokus pada kecepatan koreksi data dan perbaikan sistem secara transparan, bukan sekadar memberikan pembelaan atau menuntut publik untuk selalu berprasangka baik terhadap pernyataan pejabat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 14.02
Polemik 'Pengupas Bawang', GCP Minta Pembuat Naskah Pidato Prabowo Diusut
JPNN.com · 15 Agustus 2026 pukul 14.04
Pidato Presiden Prabowo Bikin PPPK Bertanya: Di Mana Kehadiran Negara untuk Kami?
Berita terkait
Prabowo Pilih Pidato Tanpa Teks: Kalau Salah Tinggal Minta Maaf
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 22.18
Kaesang Tumpahkan Ekspresi Datar Saat Prabowo Bilang 'Pakar Goblok', Ini Respon PSI
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 08.52
Prabowo di Syukuran 100 Tahun Pondok Gontor: Pekik Free Palestine, Puji Gontor
kumparan · 20 September 2026 pukul 06.00
'Saking Pintarnya Jadi Goblok', Prabowo Sentil Pakar yang Kritik Pemerintah
Warta Ekonomi · 19 September 2026 pukul 08.37