Ketua DPRD Jakarta: Purbaya Memang Rada Aneh Sih
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, yang dipimpin Gubernur Pramono Anung, untuk menerbitkan obligasi daerah kembali memicu perdebatan terkait sumber pendanaan pembangunan. Langkah ini bertolak belakang dengan larangan yang dikeluarkan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terhadap pemerintah daerah, termasuk Pemprov DKI, untuk menerbitkan obligasi. Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin menyatakan dukungannya terhadap rencana ini, menilainya sebagai bentuk kreativitas dalam mencari pendanaan. Suhud menjelaskan bahwa meskipun anggaran Jakarta diketahui besar, kebutuhan pembangunan juga semakin meningkat, sehingga pendanaan tambahan diperlukan. Ia juga menyoroti bahwa pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat, yang disebutnya mencapai sekitar Rp15 triliun, turut memengaruhi kemampuan fiskal Jakarta.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 8 September 2026 pukul 19.32
Ungkap Pemda Punya Rp 100 Triliun Nganggur, Purbaya Ingatkan Tak Perlu Minjam
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 07.55
Pramono Mau Rilis Obligasi Daerah Rp 3,5 T, Buat Apa Dananya?
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 19.38
Purbaya siapkan skema pemda pinjam PT SMI, bayar sebagian pakai DBH
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 17.45
Purbaya Ungkap Uang Berlebih Pemda di Bank Tiap Tahun Rp 100 Triliun
Berita terkait
Pramono Mau Terbitkan Obligasi, Purbaya: Kalau Uangnya Banyak buat Apa Utang?
Detik.com · 8 September 2026 pukul 06.00
DPRD Sebut Purbaya Rada Aneh Larang Pramono Terbitkan Obligasi
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 06.30
Respon Purbaya Usai Sarannya Diabaikan Pramono: Nanti Saya...
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 08.20
Reaksi Purbaya Usai Sarannya Diabaikan Pramono: Nanti Saya...
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 08.20