Minyak Jelantah dari MBG Bakal 'Disulap' Jadi Avtur Ramah Lingkungan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Pertamina Patra Niaga mengolah minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat ramah lingkungan. Untuk menjamin pasokan, Pertamina menerapkan dua skema pengumpulan: skema B2C melalui penyediaan dispenser pengumpul (drop box) bagi masyarakat dan komunitas, serta skema B2B yang lebih masif.
Skema B2B melibatkan kerja sama strategis dengan sektor HoReKa (Hotel, Restoran, Kafe), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terkait harga, pembelian minyak jelantah melalui skema B2C mencapai Rp 6.000 per liter, sementara harga untuk skema B2B dipatok lebih tinggi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 17.55
Pertamina Targetkan Konstruksi Kilang SAF Cilacap di 2027
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 15.15
Minyak Jelantah Program MBG Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat
Liputan6.com · 9 September 2026 pukul 05.00
Kementerian ESDM Pastikan Kualitas B50 Baik saat Uji Coba
Berita terkait
Lewat SAF, Pertamina Kenalkan Transisi Energi Kepada Anak Muda
CNBC Indonesia · 5 September 2026 pukul 20.38
Pertamina Kenalkan SAF dari Minyak Jelantah ke Anak Muda di IdeaFest
kumparan · 5 September 2026 pukul 16.44
Pertamina Olah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat, Dibeli Cathay Pacific
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 17.53
Kilang Olah Minyak Jelantah Jadi Bioavtur Mau Dibangun, Butuh Rp 19 Triliun
Detik.com · 10 September 2026 pukul 19.07