Pertamina Olah Minyak Jelantah Menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF) di Cilacap
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
PT Pertamina Patra Niaga mengembangkan proyek biorefinery di Cilacap seluas 17,5 hektar untuk mengolah minyak jelantah (UCO) menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF). Proyek dengan investasi US$1,1 miliar atau Rp19,25 triliun ini menargetkan kapasitas produksi 860 kiloliter per hari atau 288.000 kiloliter per tahun. Distribusi SAF akan menyasar Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.
Pasokan bahan baku dihimpun melalui skema B2B dari sektor HoReKa, Koperasi Desa Merah Putih, dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta skema B2C dari masyarakat dengan harga Rp6.000 per liter. Terdapat perbedaan data potensi pasokan, di mana satu sumber menyebutkan 240-300 ribu ton per tahun, sementara sumber lain menyebutkan kebutuhan sebesar 318.000 ton per tahun.
Timeline proyek mencakup Final Investment Decision (FID) dan pencarian mitra pada 2026, konstruksi (EPC) pada 2027, dan operasi penuh pada September 2029. Namun, terdapat informasi berbeda yang menyatakan produksi SAF pertama di Indonesia telah berjalan sejak Juli-Agustus 2025 dan telah memperoleh sertifikasi ISCC.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Liputan6.com
Minyak Jelantah Program MBG Disulap Jadi Bahan Bakar Pesawat
10 September 2026 pukul 15.15 · Baca aslinya ↗
Warta Ekonomi
Pertamina Targetkan Konstruksi Kilang SAF Cilacap di 2027
10 September 2026 pukul 17.55 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Kilang Olah Minyak Jelantah Jadi Bioavtur Mau Dibangun, Butuh Rp 19 Triliun
10 September 2026 pukul 19.07 · Baca aslinya ↗
Minyak Jelantah dari MBG Bakal 'Disulap' Jadi Avtur Ramah Lingkungan
10 September 2026 pukul 20.03 · Baca aslinya ↗