Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Kembali Tembus US$97 per Barel
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak mentah naik menjadi US$97,34 per barel untuk Brent dan US$92,63 untuk WTI pada 8 September 2026. Kenaikan terjadi karena kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah, terutama di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak global. Iran menyatakan infrastruktur energi di kawasan rentan serangan, setelah aksi militer AS-Iran. Analis ANZ, Daniel Hynes, proyeksikan pasokan Teluk mungkin terganggu hingga akhir 2026 dengan pemulihan penuh pada KI-KII 2027. Goldman Sachs menaikkan perkiraan harga minyak akhir 2026 sebesar US$5 per barel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 21.24
Leon Panetta Prediksi Perang AS-Iran Berlanjut Enam Bulan Lagi
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 21.53
Tiga Dampak Permanen Perang AS-Iran terhadap Ekonomi Global
VOI · 7 September 2026 pukul 19.00
Iran Peringatkan Korea Selatan Agar Tidak Terlibat Konflik di Selat Hormuz
Detik.com · 7 September 2026 pukul 16.49
Iran Akan Tetapkan Zona Terlarang di Dekat Selat Hormuz
Berita terkait
Harga Minyak Turun Lebih dari 2 Persen, Sanksi AS ke Iran Tak Seberat Perkiraan
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 14.00
Presiden Iran Beri Sinyal Damai, Lonjakan Harga Minyak Mulai Mereda
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 13.00
Harga Minyak Dunia Mendaki ke US$91,87 saat Pasar Cermati Arah Perang
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 09.55
Harga Minyak Hari Ini Menguat Tersengat Sikap Iran Soal Selat Hormuz
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 08.06