KPK Tak Bisa Masuk, Anak Buah Baru Prabowo Bongkar 'Bemper' Korupsi di Era Jokowi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Aktivis senior Syahganda Nainggolan menyoroti dugaan perlunya ruang bagi aparat penegak hukum untuk menyelidiki dugaan korupsi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, selama masa jabatan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, lembaga seperti KPK, Kejaksaan, dan Kepolisian tidak diperkirakan dapat memasuki lingkungan Kemenkeu, termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Hal ini menimbulkan pertanyaan terkait dugaan transaksi mencurigakan senilai Rp300 triliun yang pernah diungkap oleh Mahfud MD, namun tidak berkembang lebih jauh ke penyelesaian hukum. Syahganda menduga keterbatasan akses ini mungkin dipengaruhi oleh kebijakan alokasi anggaran bagi institusi penegak hukum pada masa itu. Berbeda halnya dengan pendekatan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, di mana Menteri Keuangan Purbaya dikabarkan membuka akses bagi aparat penegak hukum untuk melakukan pemeriksaan. Akibatnya, berbagai praktik yang disebut sebagai mafia pajak dan Bea Cukai berhasil dibongkar, sekaligus meningkatnya penerimaan negara secara signifikan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 18.53
KPK Imbau Pejabat yang Baru Dilantik Prabowo Segera Lapor LHKPN
CNN Indonesia · 7 Oktober 2026 pukul 11.23
KPK Periksa Eks Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari
JPNN.com · 7 Oktober 2026 pukul 09.44
Denpasar Terima Aset Rampasan Rp1,16 Miliar dari KPK, Tabanan Ikut Kebagian
JPNN.com · 7 Oktober 2026 pukul 08.50
Hari Ini, Nusron Wahid Dipanggil KPK Jadi Saksi Kasus Korupsi
Berita terkait
Purbaya Sudah Pergi dari Kemenkeu, Kepala Bakom Baru Sebut 'Lebih Terbuka' Dibanding Sri Mulyani
Warta Ekonomi · 6 Oktober 2026 pukul 07.30
KPK Sita Rp1 Miliar dan USD49.000 dari 2 Pegawai Pajak Kemenkeu Ini
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 14.01
Pengamat Beri Prabowo Nilai 5: Beberapa Menteri Seharusnya Jadi Tersangka, Belum Ditersangkakan
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 09.30
Eks Ketua KPK: Kalau Pak Prabowo Mau Punya Kabinet Bersih, Nusron Wahid Harusnya Dicopot
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 09.10