Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Kronologi Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengundurkan diri secara sukarela karena alasan pribadi pada 25 Juli 2026. Pengunduran diri diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di kantor BI, Jakarta Pusat, Senin (27/7). Posisi Gubernur BI sementara dijabat oleh Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti. Surat pengunduran telah disampaikan Perry langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

Perry mundur di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang hampir menyentuh Rp18.000 per dolar AS. Sebelumnya, Perry optimistis rupiah akan menguat pada Juli hingga September, meskipun rata-rata nilai tukar year to date berada di Rp16.900, sedikit di atas asumsi APBN 2026 sebesar Rp16.200–Rp16.800 per dolar AS.

Untuk memperkuat rupiah, BI telah menyiapkan tujuh langkah, antara lain meningkatkan intervensi valas di dalam dan luar negeri, menaikkan suku bunga instrumen SRBI, membeli Surat Berharga Negara di pasar sekunder, menjaga likuiditas pasar uang, memperketat pembelian dolar AS tanpa underlying (batas diturunkan dari US$100 ribu menjadi US$25 ribu mulai Juni 2026), memperluas transaksi mata uang lokal dengan yuan China, serta memperketat pengawasan transaksi dolar besar oleh bank dan korporasi.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait