BI Blak-Blakan! Sederet Kebijakan Ini Keluar Demi Jaga Rupiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) menerapkan berbagai kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global, inflasi tinggi, dan kenaikan suku bunga The Fed. BI melakukan intervensi pasar melalui instrumen spot, Non-Deliverable Forward (NDF), dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan valas serta memitigasi sentimen pasar luar negeri.
Selain intervensi, BI memperkuat insentif bagi investor global melalui peningkatan premi Swap Beli Lindung Nilai dan DNDF untuk menarik aliran modal masuk. BI juga mengelola permintaan valas dengan membatasi pembelian tunai tanpa agunan menjadi maksimal US$ 10.000 per orang per bulan sejak 1 Juli 2026, serta mendorong penggunaan Local Currency Transaction (LCT) dan skema FASTRA guna mengurangi ketergantungan pada dolar AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 14.56
Bukan Melarang, Ini Alasan BI Batasi Pembelian Dolar AS
Detik.com · 29 September 2026 pukul 21.37
Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga
Detik.com · 30 September 2026 pukul 14.11
BI Ungkap Alasan Batasi Pembelian Dolar AS
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 13.46
BI Beberkan Strategi Jaga Rupiah, dari Likuiditas hingga Daya Tarik Aset
Berita terkait
Dolar AS Nyaris Rp18.000, BI Pakai Jurus Ini Selamatkan Rupiah!
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.49
DPR Ngotot Nilai Tukar Rupiah Harus Menguat, Gubernur BI Jawab Begini
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 15.28
Ketidakpastian tinggi, BI terus hadir di pasar untuk jaga rupiah
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 13.54
Bos BI Ungkap Strategi Bank Sentral Sukses Perkuat Rupiah
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.40