Laba Asuransi Jiwa Melonjak 75% Tapi Hasil Investasi Minus
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5045779/original/069441900_1733899743-1733894452316_tujuan-asuransi-1.jpg)
Laba asuransi jiwa konvensional naik 75,36% tahunan menjadi Rp 13,24 triliun hingga Juni 2026, meski hasil investasi minus Rp 2,6 triliun. OJK menjelaskan pertumbuhan laba didukung oleh kinerja operasional yang membaik, efisiensi beban, serta kontribusi portofolio bisnis yang solid. Sebelumnya, laba lebih bergantung pada hasil investasi, namun sekarang perusahaan perlu mengandalkan kinerja bisnis inti. OJK mendorong perusahaan asuransi jiwa untuk mengoptimalkan premi, memperkuat kualitas produk, menjaga disiplin underwriting, serta tetap melakukan pengelolaan investasi secara prudent agar profitabilitas dapat dipertahankan berkelanjutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 4 September 2026 pukul 12.01
Negara dan Anggota Bursa Bisa Kuasai Saham BEI, Berapa Porsinya?
CNBC Indonesia · 4 September 2026 pukul 08.52
Rekomendasi Saham Hari Ini: ASII, AMMN, hingga RATU
Berita terkait
Tenor KPR Bisa 40 Tahun, OJK: Pendapatan Premi Asuransi Bisa Bertambah
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 19.19
Laba SIG Melejit 471% Jadi Rp228 Miliar di Semester I 2026
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 15.25
OJK: KPR tenor 40 tahun peluang bagi pengembangan bisnis asuransi jiwa
ANTARA News · 1 September 2026 pukul 19.16
OJK Nilai Tenor KPR 40 Tahun Jadi Peluang Baik Bagi Industri Asuransi Jiwa
kumparan · 1 September 2026 pukul 15.31