Lalu Lintas Minyak di Selat Hormuz Anjlok 75%, Qatar Turun Tangan Redakan Krisis Iran-AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Volume minyak yang melewati Selat Hormuz anjlok drastis dari 20 juta barel per hari menjadi hanya 5 juta barel per hari, menurut data pelacakan kapal terbaru. Penurunan ini terjadi di tengah krisis belum mereda antara Iran dan Amerika Serikat yang telah memasuki bulan keenam. Selat sempit antara Iran dan Oman ini menjadi titik kritis bagi lalu lintas minyak global. Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani akan mengunjungi Teheran untuk mengupayakan kembali diplomasi dan meredakan ketegangan. Qatar, sekutu AS sekaligus tetangga Iran, berperan sebagai jalur komunikasi tidak langsung antara kedua negara dan turut mendukung gencatan senjata pada Juni. Kedatangan Sheikh Mohammed bertujuan membahas cara meredakan ketegangan, menciptakan kondisi mendukung dialog, kebebasan navigasi di Selat Hormuz, dan mengembalikan situasi ke kondisi sebelum konflik dimulai pada 28 Februari.
Bagikan
Berita terkait
Teheran tuding AS "cekik" Iran untuk paksakan konsesi perang
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 11.51
Tarik Ulur Selat Hormuz
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 06.21
Blokade Laut AS tak Hentikan Penjualan Minyak Iran
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 21.39
Sore Ini Rupiah Melemah, Terdampak Gejolak Geopolitik Global
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 18.30