Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Teheran tuding AS "cekik" Iran untuk paksakan konsesi perang

Ketua Parlemen Iran Mohammed Bagher Ghalibaf menuding Amerika Serikat (AS) dengan tuduhan "mencekik Iran" guna memaksa konsesi yang menurutnya tidak pernah menjadi bagian dalam kesepakatan perdamaian. Dalam pernyataannya di media sosial, Ghalibaf menyatakan bahwa AS kehilangan kendali, dan meminta agar Washington menghentikan upaya paksaan serta membersihkan kekacauan yang ditimbulkan. Ia juga menyindir Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

Pada pertengahan Juni 2025, Teheran dan Washington berhasil menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri permusuhan dan memulai dialog demi penyelesaian perang yang permanen. Kesepakatan ini disetujui melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Namun, dialog kedua belah pihak tidak berkembang hingga jalan berikutnya akibat perselisihan mengenai syarat-syarat dalam memorandum dan sengketa terkait pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur kritis bagi ekspor energi global.

Iran menegaskan bahwa ia tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hingga AS memenuhi komitmen damainya. Konflik ini masih berkembang dan menimbulkan ketegangan tinggi di wilayah yang strategis bagi pasokan energi dunia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait