Teheran tuding AS "cekik" Iran untuk paksakan konsesi perang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Parlemen Iran Mohammed Bagher Ghalibaf menuding Amerika Serikat (AS) dengan tuduhan "mencekik Iran" guna memaksa konsesi yang menurutnya tidak pernah menjadi bagian dalam kesepakatan perdamaian. Dalam pernyataannya di media sosial, Ghalibaf menyatakan bahwa AS kehilangan kendali, dan meminta agar Washington menghentikan upaya paksaan serta membersihkan kekacauan yang ditimbulkan. Ia juga menyindir Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.
Pada pertengahan Juni 2025, Teheran dan Washington berhasil menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri permusuhan dan memulai dialog demi penyelesaian perang yang permanen. Kesepakatan ini disetujui melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Namun, dialog kedua belah pihak tidak berkembang hingga jalan berikutnya akibat perselisihan mengenai syarat-syarat dalam memorandum dan sengketa terkait pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur kritis bagi ekspor energi global.
Iran menegaskan bahwa ia tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hingga AS memenuhi komitmen damainya. Konflik ini masih berkembang dan menimbulkan ketegangan tinggi di wilayah yang strategis bagi pasokan energi dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 17.15
Ghalibaf: Selat Hormuz akan Tetap Ditutup hingga AS Penuhi Ketentuan MoU
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 13.01
Ganti Strategi, Amerika Pilih Mencekik Iran ketimbang Buang Waktu di Meja Perundingan
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 05.05
Ketua Parlemen Iran Kecam Menhan-Menkeu AS: Mereka Gerombolan Badut
VOI · 19 Agustus 2026 pukul 04.00
Negosiator Utama Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Memenuhi Tuntutan
Berita terkait
Tarik Ulur Selat Hormuz
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 06.21
Iran Tutup Selat Hormuz Hingga AS Tuntaskan Negosiasi
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 19.09
Iran Ancam Lancarkan Serangan di Selat Hormuz Jika Negosiasi AS Gagal!
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 11.09
Gencatan Senjata Berakhir, Iran Isyaratkan Siap Hadapi Invasi Darat AS
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 10.57