Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Lebih Pede, Singapura Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026

Singapura menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 menjadi 4,5% hingga 5,5%, lebih dari dua kali lipat batas bawah perkiraan sebelumnya sebesar 2%–4%. Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) menyebut kenaikan ini didorong kinerja ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan pada paruh pertama tahun ini, serta pertumbuhan sektor terkait kecerdasan buatan (AI) dan ekspor. Ini merupakan kenaikan proyeksi kedua kalinya pada tahun ini, setelah awal tahun MTI hanya memperkirakan ekonomi tumbuh 1%–3%. MTI juga menilai dampak ekonomi dari konflik AS-Iran lebih kecil dari kekhawatiran awal karena penurunan persediaan minyak dan peralihan ke sumber energi alternatif membantu membatasi kenaikan harga energi global.

Pengumuman ini bersamaan dengan revisi data pertumbuhan kuartal II. Ekonomi Singapura tumbuh 5,9% secara tahunan, lebih tinggi dari estimasi awal 5,7%, ditopang sektor manufaktur, perdagangan grosir, serta keuangan dan asuransi. Kinerja yang lebih kuat ini berpotensi memberi ruang bagi Monetary Authority of Singapore (MAS) mengambil langkah lanjutan mengendalikan inflasi. Sebelumnya, pada akhir Juli, MAS secara tak terduga memperketat kebijakan moneternya dan memperingatkan biaya impor berpotensi naik akibat harga bahan bakar, biaya input elektronik, serta cuaca buruk di negara sumber impor. Inflasi inti Singapura naik menjadi 1,6% pada Juni dari 1,4% pada Mei, mendekati batas bawah kisaran proyeksi MAS sebesar 1,5%–2,5%, sementara inflasi umum tercatat 1,9%.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait