Lulusan Terbaik Singapura pun Nganggur, Kirim 300 Lamaran Kerja Tetap Ditolak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lulusan baru di Singapura, termasuk yang terbaik sekalipun, kesulitan mendapat pekerjaan. Ho, 25 tahun, lulusan terbaik dari universitas ternama, telah mengirim lebih dari 300 lamaran, menjalani empat magang, dan menghadiri sepuluh bursa kerja, namun belum mendapat tawaran kerja penuh waktu. Sebaliknya, Ong, lulusan farmasi, langsung mendapat tawaran dari semua rumah sakit yang dilamar tanpa usaha ekstra. Data Kementerian Tenaga Kerja Singapura (MOM) menunjukkan setiap tahun 25.000–30.000 lulusan masuk pasar kerja, sementara lowongan entry level sekitar 32.000 posisi. Sektor paling ramah bagi lulusan baru adalah administrasi publik dan pendidikan, layanan kesehatan dan sosial, serta konstruksi dan manufaktur. Sebaliknya, sektor informasi dan komunikasi hanya memiliki 22,2% lowongan entry level, dan jasa keuangan serta asuransi hanya 25,3%. Perbedaan ini mencerminkan ketidaksesuaian antara minat lulusan dan ketersediaan lapangan kerja.
Bagikan
Berita terkait
Saat Ijazah S1 Tak Lagi Jaminan: Cerita Sarjana Jualan Sempol hingga Jaga Toko
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 14.35
Sinyal Bahaya Ekonomi AS: Pekerjaan Hilang, Warga Terjebak
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 10.29
Kenapa Banyak Lulusan SMK Jadi Nganggur?
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 06.52
BPS: Dalam Tiga Bulan, Lebih dari Setengah Juta Orang Terserap di Pasar Kerja
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 13.17