Mahfud MD Pernah Peringatkan, Pergantian Presiden Sering Terjadi Lewat 'Operasi Caesar' Bukan Pemilu!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD peringatkan agar pemerintah tidak bersikap anti-kritik terkait wacana penjatuhan presiden di luar mekanisme pemakzulan formal. Dalam podcast Terus Terang bersama Rizal Mustary, Mahfud menjelaskan bahwa sejarah Indonesia menunjukkan pergantian kekuasaan sering terjadi melalui 'operasi caesar' bukan mekanisme konstitusional. Ia mengaitkan fenomena ini dengan proklamasi kemerdekaan, mundurnya Orde Lama, dan Reformasi 1998 ketika Soeharto mengundurkan diri bukan melalui impeachment formal. Menurut Mahfud, berbagai tekanan seperti gerakan massa, Deklarasi Ciganjur, dan desakan tokoh agama justru mendesak pemerintah untuk bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya pemerintah menerima kritik sebagai bagian dari demokrasi dan memperbaiki kinerja sebelum krisis membesar. Mahfud juga menegaskan tidak mendukung upaya menjatuhkan pemerintahan di tengah masa jabatan karena berpotensi menciptakan masalah baru bagi negara.
Bagikan
Berita terkait
Mahfud MD Ungkap Dua Kemungkinan Putusan MK Jika Dalil Denny Indrayana Diterima
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 16.34
Mahfud MD Buka Suara Soal Ijazah Gibran: Surat Kesetaraannya Tidak Sah dan Cacat Hukum!
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 11.21
22 Tahun DPD, Sultan: Kritik Masyarakat Jadi Pengingat untuk Terus Berbenah
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.47
Gibran Mustahil Didiskualifikasi? Eks Ketua MK: Bisa Saja Kalau...
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 11.25