Mahfud MD Pernah Peringatkan, Pergantian Presiden Sering Terjadi Lewat 'Operasi Caesar' Bukan Pemilu!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD peringatkan agar pemerintah tidak bersikap anti-kritik terkait wacana penjatuhan presiden di luar mekanisme pemakzulan formal. Dalam podcast Terus Terang bersama Rizal Mustary, Mahfud menjelaskan bahwa sejarah Indonesia menunjukkan pergantian kekuasaan sering terjadi melalui 'operasi caesar' bukan mekanisme konstitusional. Ia mengaitkan fenomena ini dengan proklamasi kemerdekaan, mundurnya Orde Lama, dan Reformasi 1998 ketika Soeharto mengundurkan diri bukan melalui impeachment formal. Menurut Mahfud, berbagai tekanan seperti gerakan massa, Deklarasi Ciganjur, dan desakan tokoh agama justru mendesak pemerintah untuk bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya pemerintah menerima kritik sebagai bagian dari demokrasi dan memperbaiki kinerja sebelum krisis membesar. Mahfud juga menegaskan tidak mendukung upaya menjatuhkan pemerintahan di tengah masa jabatan karena berpotensi menciptakan masalah baru bagi negara.
Bagikan
Berita terkait
Hari Konstitusi, Lestari Moerdijat Dorong Pembenahan Kebijakan untuk Wujudkan Keadilan Sosial
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.27
Soal Galak karena Tak Masuk Pemerintahan Prabowo, Mahfud MD: Saya Bukan Kerupuk
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 15.48
Kini 'Galak' pada Prabowo, Mahfud MD Ungkap Negara Hampir Ambruk Gegara Sikap Megawati dan Prabowo
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 15.34
Mahfud MD Pernah Ingatkan Prabowo: Negara Tanpa Hukum Menunggu Waktu untuk Bubar
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 14.00