Margin Keuntungan Jual Beras Naik, Bulog Berpotensi Kantongi Laba Rp 1,14 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4312887/original/075013100_1675421979-Stabilkan_harga__Bulog_glontorkan_30_ribu_ton_beras_di_pasar_induk_cipinang-ANGGA_7.jpg)
Pemerintah menetapkan margin keuntungan jual beras Bulog sebesar 7 persen per kilogram melalui Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 Tahun 2026. Kenaikan margin ini meningkatkan pendapatan Bulog dari Rp 50 per kg menjadi sekitar Rp 970 per kg. Direksi Bulog memproyeksikan laba bersih mencapai Rp 1,14 triliun pada 2026 berkat kebijakan ini.
Keuntungan positif Bulog juga didorong oleh penghematan biaya operasional sebesar Rp 1,07 triliun. Penghematan ini tercapai melalui penurunan suku bunga kredit dari 7-8 persen menjadi 3 persen, didanai dengan subsidi pemerintah sebesar 2 persen. Direksi menyatakan proyeksi keuangan perseroan akan menjadi positif pada akhir 2026.
Bulog berjanji mengalokasikan keuntungan tambahan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Direksi mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah, termasuk Presiden, Menteri Pertanian, hingga Menteri Keuangan, dalam pelaksanaan kebijakan ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 5 Agustus 2026 pukul 18.36
Pemerintah siap salurkan bantuan pusat Rp20,5 triliun ke daerah
ANTARA News · 5 Agustus 2026 pukul 12.48
Permintaan tembus Rp70 triliun, Pemerintah serap SUN Rp32 triliun
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 21.05
Bulog Dapat Bunga Pinjaman 3%, Hemat Lebih dari Rp1 T per Tahun
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 20.45
Ikuti Jejak Pertamina, Bulog Ingin Berlakukan Beras Satu Harga
Berita terkait
Ikuti Jejak Pertamina, Bulog Siapkan Beras Satu Harga
Liputan6.com · 3 Agustus 2026 pukul 23.00
Harga Emas Antam Ambruk!
Detik.com · 28 September 2026 pukul 10.05
1.800 Ton Emas Warga RI Ada di Bawah Bantal, Nilainya Rp 4.500 Triliun
CNBC Indonesia · 27 September 2026 pukul 08.30
Suahasil Ungkap Alasan Pemerintah Pantau Suku Bunga, Terkait Biaya APBN
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 19.40