Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Mata Uang Euro Jatuh ke Level Terendah dalam 17 Bulan

Mata uang euro anjlok ke level terendah dalam 17 bulan, ditarik sampai US$1,1161 pada perdagangan Asia, setelah penurunan empat pekan berturut-turut. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis dan aksi jual besar-besaran di pasar obligasi negara tersebut. Tekanan ini juga mempengaruhi mata uang lain di kawasan, sementara dolar AS justru menguat meskipun data ketenagakerjaan AS turun dari perkiraan. Kekhawatiran politik dan fiskal Prancis, termasuk kenaikan biaya pinjaman dan ketidakpastian menjelang pemilu April 2027, menjadi faktor utama pelemahan euro. Obligasi pemerintah Prancys terkena dampak signifikan akibat inflasi dan lonjakan harga minyak, dengan kontrak berjangka obligasi turun 0,13% dan mendekati level terendah sepanjang sejarah. Imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun mencapai 5,262%, turun setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam 24 tahun, mencerminkan ketegangan pasar keuangan global. Pound sterling melemah 0,24% menjadi US$1,32064, sementara yen diperdagangkan di level 157,92 per dolar AS. Indeks dolar naik 0,47% menjadi 102,37, didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang kemudian mereda setelah data ketenagakerjaan AS yang lemah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait