Mengungkap Masa Depan Cerah Bank Digital di Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Layanan perbankan digital semakin penting bagi masyarakat Indonesia, digunakan untuk menabung, berinvestasi, hingga bertransaksi. Pada semester I-2026, Bank Indonesia mencatat volume transaksi pembayaran digital mencapai 16,07 miliar transaksi, naik 36,88% secara tahunan. Mobile banking tumbuh 31,39%, sementara transaksi QRIS melonjak 100,12% secara year-on-year. Pertumbuhan ini mendorong bank untuk meningkatkan pengalaman pengguna yang lebih mulus dan personal.
Transformasi perbankan digital didukung oleh strategi seperti universal banking, Open Finance, kecerdasan buatan (AI), serta Digital Public Infrastructure (DPI) dan Digital Financial Infrastructure (DFI). Bank digital kini bukan sekadar alternatif, tetapi mitra strategis yang mendukung inovasi, inklusi keuangan, dan konektivitas ekosistem keuangan.
Untuk membahas masa depan perbankan digital, CNBC Indonesia mengadakan Digital Banking Forum 2026 bertema "Membangun Ekosistem Perbankan Digital Masa Depan" pada 13 Agustus pukul 12.00 WIB. Forum ini mengundang regulator, pelaku industri, dan brand, termasuk Dian Ediana Rae dari OJK, Nicholas Tan dari Bank Jago, Koko Rachmadi dari Bank Aladin Syariah, dan Sajal Bhatnagar dari BNI Digital Bank Allo.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 13 Agustus 2026 pukul 05.21
Transaksi Digital Makin Ramai, Generasi Muda Mulai Pintar Atur Keuangan
ANTARA News · 11 Agustus 2026 pukul 09.52
BI tingkatkan penggunaan QRIS di Tomohon International Flower Festival
Berita terkait
Mengungkap Masa Depan dan Tantangan Ekosistem Perbankan Digital
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 15.09
BI Catat Transaksi QRIS Tembus 12,55 Miliar
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 07.00
BI Gratiskan Biaya Transaksi QRIS Hingga Rp 100 Ribu
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.20
BI Kalbar catat transaksi QRIS capai Rp6,5 triliun
ANTARA News · 17 Agustus 2026 pukul 12.16