Menimbang Keakuratan Desil DTSEN Mengukur Ekonomi Warga RI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah menggunakan desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penentuan penerima bantuan sosial (bansos), dengan kelompok desil 1 hingga 4 menjadi prioritas. Namun, perubahan posisi desil dapat menyebabkan keluarga yang seharusya menerima bantuan justru terlewat atau keluarga yang tidak lagi membutuhkan tetap mendapatkan. Hal ini terutama berkaitan dengan sifat relatif dan tidak real-time dari desil.
Pengamat ekonomi Syafruddin Karimi dari Universitas Andalas menyatakan bahwa desil cukup kuat untuk memetakan kesejahteraan relatif, tetapi tidak akurat sebagai gambaran kondisi ekonomi rumah tangga secara aktual. Kesejahteraan rumah tangga dapat berubah lebih cepat dibandingkan siklus pemutakhiran data, sehingga berisiko terjadi exclusion error dan inclusion error. Ia menyarankan desil digunakan sebagai sinyal awal yang dilengkapi verifikasi lapangan, data kejadian seperti PHK atau bencana, serta mekanisme keberatan yang cepat.
Yusuf Rendy Manilet dari Center of Reform on Economics (CORE) menambahkan bahwa desil DTSEN merupakan hasil pendugaan menggunakan metode Proxy Means Test (PMT) dengan tingkat kesalahan sekitar 20-40 persen. Ia menekankan pentingnya transparansi metodologi dan pelengkapan indikator struktural dengan data yang lebih responsif seperti konsumsi listrik, kepesertaan jaminan sosial, dan aktivitas usaha. Kedua ahli sepakat bahwa desil layak digunakan sebagai alat penyaringan awal, tetapi tidak seharusnya menjadi penentu tunggal untuk seluruh program perlindungan sosial.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 07.25
Dulu Verifikasi 200 Hari, Kini 5 Menit: Revolusi Baru Bansos RI
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 19.50
45% Bansos RI Diduga Tak Tepat Sasaran, Pemerintah Bakal Lakukan Ini
Berita terkait
Daftar Program Bansos Ini Cair pada 2027, Anggarannya Rp549,9 T
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 19.00
Tekan Kemiskinan, Anggaran Perlinsos 2027 Naik 10%, Jadi Rp 549,9 Triliun
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 21.26
Pemerintah Siapkan Rp 549,9 Triliun untuk Bansos 2027, Ini Daftar Program dan Calon Penerimanya!
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 21.01
Prabowo Sebut 3 Juta Keluarga Sudah Terdaftar Digitalisasi Bansos
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.35