Menkeu Luruskan Efisiensi APBN: Bukan Langsung Main Potong Anggaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan pemerintah tidak akan memotong anggaran APBN secara sembarangan. Efisiensi dilakukan dengan menajamkan belanja negara untuk memastikan anggaran digunakan sesuai rencana dan menghasilkan output yang tepat. Evaluasi belanja kementerian dan lembaga dilakukan sepanjang tahun melalui komunikasi dengan pihak terkait, bukan langsung memotong alokasi. Realisasi belanja negara hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp1.791,5 triliun, naik 29% yoy, dengan belanja K/L meningkat 33%. Pemerintah tetap mempertahankan perkiraan defisit APBN 2026 sebesar 2,85% PDB dan menggunakan batas defisit maksimal 3% untuk 2027 sesuai UU No. 17/2003. Realisasi defisit hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93% PDB) dengan keseimbangan primer positif Rp154 triliun.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 18 September 2026 pukul 10.12
APBN defisit Rp240,1 triliun per Agustus 2026
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 14.00
Rapat Bareng DPR, Suahasil Ungkap Defisit APBN Capai Rp 240 Triliun
JawaPos · 18 September 2026 pukul 13.15
Pendapatan Negara Tumbuh 25,4 Persen, APBN Masih Defisit Rp 240,1 Triliun
ANTARA News · 18 September 2026 pukul 13.15
Menkeu pastikan defisit APBN dikelola sesuai UU di bawah 3 persen
Berita terkait
Purbaya: Pajak Per Juli 2026 Mencapai Rp1.224,3 Triliun
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 18.32
Purbaya sebut pajak Juli tumbuh 23,7 persen, capai Rp1.224,3 triliun
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 18.20
Penerimaan Negara Naik 30%, Purbaya Puji Kinerja Ditjen Pajak
Detik.com · 3 September 2026 pukul 18.30
Prabowo Beberkan Kinerja APBN hingga Juli 2026, Defisit 0,91 Persen PDB
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 15.44