Menperin Bongkar Masalah Tekstil RI: Mesin Produksi Sudah Berusia 20 Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri tekstil Indonesia menghadapi masalah mesin produksi berusia lebih dari 20 tahun, menurut Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Menperin Muhammad Sarmuji menyatakan mesin usang ini mengurangi produktivitas dan daya saing, terutama melawan industri Tiongkok yang lebih maju. Untuk mengatasi ini, Kemenperin menyediakan program restrukturisasi mesin, Kredit Industri Padat Karya (KIPK), dan dukungan pembiayaan. Sektor TPT, kulit, dan alas kaki diprioritaskan karena kontribusi ekspor dan penyerapan tenaga kerja. Proyek ini menyasar peningkatan tenaga kerja TPT dari 3,95 juta orang pada 2026 menjadi 4,07 juta orang pada 2029. Meski demikian, industri tekstil tumbuh 6,36% pada KII-2026, sementara industri kulit dan alas kaki mencatat pertumbuhan 11,30%. Modernisasi mesin menjadi kunci untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 8% pada 2029.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 13.56
Menperin Catat Industri Mamin Tumbuh 6,77 Persen di Semester I 2026
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 19.44
Menperin Buka Suara soal Rencana Pembentukan BUMN Tekstil
Berita terkait
Industri Tekstil Tarik Investasi Rp 11,4 T
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 16.40
Prabowo Mau Genjot Industri Tekstil, Begini Caranya
Detik.com · 22 September 2026 pukul 20.30
Industri Tekstil RI Mulai Bangkit, Ekspor Tembus US$4,85 Miliar dan Serap 3,8 Juta Tenaga Kerja
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 07.55
Menperin Ungkap Strategi Industri Tekstil RI Bertahan dan Serap 3,8 Juta Pekerja
Liputan6.com · 18 Agustus 2026 pukul 14.15