Mentan Ungkap Modus Penyimpangan Beras Fortifikasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap modus penyimpangan dalam peredaran beras fortifikasi yang ditujukan untuk pencegahan stunting. Pemerintah menemukan 80% sampel beras yang dilabeli sebagai beras fortifikasi terbukti hanya beras biasa setelah diuji laboratorium.
Para pelaku menjual beras tersebut dengan harga Rp 22.000-Rp 42.000 per kilogram, jauh di atas harga beras biasa Rp 12.000-Rp 13.000 per kilogram. Amran menyebut selisih harga hingga Rp 30.000 per kilogram sebagai bentuk perampasan hak rakyat.
Amran menegaskan akan memberikan tindakan tegas terhadap oknum pegawai di Kementerian Pertanian yang terlibat. Ia memastikan bersama aparat penegak hukum akan menindak semua pelanggaran dalam satu hingga dua minggu ke depan tanpa kompromi, sesuai perintah Presiden.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 17.30
Siap-Siap Beras Fortifikasi Ini Kena Sanksi, Begini Rencana Kemendag
Berita terkait
Mentan Amran: 80 persen temuan beras fortifikasi tak sesuai standar
ANTARA News · 31 Juli 2026 pukul 15.21
Gerak Cepat, Satgas Pangan Dalami Dugaan Pengoplosan Beras Fortifikasi
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 15.24
Mentan Amran Bongkar Permainan Mafia Beras Fortifikasi, Dijual Rp 42 Ribu per Kg
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 16.02
Prabowo: Korupsi MBG tak Manusiawi
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 16.16