Apa Itu Beras Fortifikasi yang Diduga Dipalsukan dan Seret 25 Merek
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9347211/original/045895600_1789284398-WhatsApp_Image_2026-09-13_at_11.16.28.jpeg)
Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan menemukan dugaan penipuan pangan pada 25 merek beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar pemerintah. Praktik ini terungkap dalam dua periode, yakni tahun 2025 dengan kerugian konsumen Rp98 triliun dan tahun 2026 sebesar Rp89 triliun. Sekitar 90 persen beras yang beredar ditemukan tidak sesuai standar, baik dari segi harga yang melambung maupun kandungan gizi yang tidak sesuai label.
Beras fortifikasi sendiri adalah beras yang diperkaya zat gizi mikro seperti zat besi, asam folat, zinc, dan vitamin B melalui teknologi ekstrusi panas untuk menanggulangi masalah gizi seperti stunting. Kualitas produk ini diatur dalam SNI 9314:2024 dan SNI 9372:2025, yang menetapkan standar minimal kandungan vitamin dan mineral serta rasio pencampuran kernel nutrisi terhadap beras biasa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 15 September 2026 pukul 13.23
Izin Usaha Produsen Beras Fortifikasi Abal-abal Segera Dicabut!
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 12.54
Amran Geram, Beras Fortifikasi Abal-abal Rugikan Masyarakat Rp 89 T
CNN Indonesia · 16 September 2026 pukul 11.46
25 Merek Ditarik, Ini Cara Bedakan Beras Fortifikasi Asli atau Oplosan
JPNN.com · 16 September 2026 pukul 10.47
Sahroni Minta Polri Tindak Tegas Produsen Beras Fortifikasi Palsu Temuan Kementan
Berita terkait
Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Label, Bakom Soroti Kerugian Konsumen
Liputan6.com · 16 September 2026 pukul 08.32
Mentan Ungkap Modus Penyimpangan Beras Fortifikasi
Detik.com · 2 Agustus 2026 pukul 18.30
Mentan Amran: 80 persen temuan beras fortifikasi tak sesuai standar
ANTARA News · 31 Juli 2026 pukul 15.21
Mentan Ungkap Dugaan Beras Fortifikasi Tak Sesuai SNI, Konsumen Bisa Rugi Rp 71,9 Triliun
Liputan6.com · 31 Juli 2026 pukul 09.20