Jakarta · Jumat, 4 September 2026Cari
WargaKonoha

Menuju Era Intelligent Banking, Perbankan Harus Waspadai Fraud hingga Deepfake AI

Perbankan digital di Indonesia bergerak menuju Intelligent Banking dengan penerapan Kecerdasan Buatan (AI) yang lebih masif. Dalam the 2nd Riau Economic Forum (REF) 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Presiden Direktur PT Bank Aladin Syariah Tbk, Koko Rachmadi menegaskan optimisme terhadap masa depan perbankan digital, namun menekankan pentingnya waspada terhadap risiko seperti cybercrime, fraud, deepfake, privasi data, dan infrastruktur teknologi. Koko menjelaskan bahwa Bank Aladin Syariah, sebagai bank syariah digital pertama di Indonesia, telah mengimplementasikan solusi AI-powered e-KYC dan Fraud Detection System untuk melindungi nasabah sejak proses onboarding hingga transaksi harian. Transformasi ini mencerminkan pergeseran dari pendekatan product-centric ke ecosystem-centric melalui Open Banking.

Koko menekankan bahwa masa depan perbankan digital membutuhkan kolaborasi erat antara regulator dan industri untuk mengembangkan inovasi dan regulasi secara beriringan. Kolaborasi lintas sektor diperlukan untuk menciptakan ekosistem pembayaran digital yang aman, menjamin privasi data, dan memperluas inklusi keuangan hingga ke pelosok daerah. Topik "Prospek Perekonomian dan Akselerasi Digitalisasi Sistem Pembayaran" dianggap sebagai fondasi krusial bagi ketahanan ekonomi daerah, terutama di Provinsi Riau.

Hingga Kuartal II 2026, Bank Aladin Syariah mencatatkan laba bersih sebesar Rp38,3 miliar dengan total aset mencapai Rp15,1 triliun, dan melayani lebih dari 3,9 juta nasabah terdaftar. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa pendekatan perbankan digital berbasis syariah dan ekosistem yang kuat mampu menghasilkan pertumbuhan bisnis yang sehat dan dipercaya oleh masyarakat luas.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait