Motor Listrik Nasional Berpotensi Bikin Jalanan Makin Padat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas) tidak boleh hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga harus memperhitungkan dampak terhadap kepadatan lalu lintas perkotaan. Akademisi Djoko Setijowarno menjelaskan bahwa motor listrik tetap kendaraan pribadi yang membutuhkan ruang jalan, sehingga perpindahan dari motor bensin tidak otomatis menyelesaikan kemacetan. Meskipun mengurangi penggunaan BBM dan emisi, jumlah kendaraan pribadi yang terus bertambah akan mempertahankan kondisi macet.
Insentif pemerintah yang membuat motor listrik terjangkau berpotensi mendorong masyarakat membelinya sebagai kendaraan tambahan, bukan pengganti kendaraan lama. Hal ini dapat menambah jumlah kendaraan di jalan dan menjadi tantangan bagi upaya memperkuat transportasi umum. Djoko menilai kebijakan elektrifikasi harus menyasar juga transportasi umum untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Solusi utama kemacetan tetap pada peningkatan transportasi umum. Oleh karena itu, penggantian motor bensin dengan motor listrik perlu disertai dengan kebijakan yang mendorong penggunaan transportasi publik agar jumlah kendaraan tidak terus meningkat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.02
Wow! 84% Potensi Panas Bumi ASEAN Ternyata Ada di Indonesia
VOI · 20 Agustus 2026 pukul 08.00
Program Motor Listrik Nasional, Antara Transisi Energi dan Ancaman Kemacetan
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 18.43
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Tunggu Peraturan Menkeu
Berita terkait
Dana Rp3 Triliun Subsidi Motor Listrik Lebih Baik Dialihkan untuk Bus Listrik
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 13.17
Satu Dekade Ganjil Genap, Kini Kebijakannya Dikaji Ulang
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 21.00
Pemprov DKI Belum Putuskan soal Relaksasi Gage: Macet Pertimbangan Utama
Detik.com · 28 September 2026 pukul 08.09
Konflik Geopolitik Jadi Pemicu Percepatan Energi Terbarukan di 6 Negara Asia Tenggara
JawaPos · 25 September 2026 pukul 17.30