Motor Listrik Nasional Berpotensi Bikin Jalanan Makin Padat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengembangan Motor Listrik Nasional (Molinas) tidak boleh hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga harus memperhitungkan dampak terhadap kepadatan lalu lintas perkotaan. Akademisi Djoko Setijowarno menjelaskan bahwa motor listrik tetap kendaraan pribadi yang membutuhkan ruang jalan, sehingga perpindahan dari motor bensin tidak otomatis menyelesaikan kemacetan. Meskipun mengurangi penggunaan BBM dan emisi, jumlah kendaraan pribadi yang terus bertambah akan mempertahankan kondisi macet.
Insentif pemerintah yang membuat motor listrik terjangkau berpotensi mendorong masyarakat membelinya sebagai kendaraan tambahan, bukan pengganti kendaraan lama. Hal ini dapat menambah jumlah kendaraan di jalan dan menjadi tantangan bagi upaya memperkuat transportasi umum. Djoko menilai kebijakan elektrifikasi harus menyasar juga transportasi umum untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Solusi utama kemacetan tetap pada peningkatan transportasi umum. Oleh karena itu, penggantian motor bensin dengan motor listrik perlu disertai dengan kebijakan yang mendorong penggunaan transportasi publik agar jumlah kendaraan tidak terus meningkat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 18.43
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Tunggu Peraturan Menkeu
Berita terkait
Pemerintah Mau Turunkan Subsidi BBM, Purbaya Ungkap Alasannya
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 06.15
Menko Airlangga matangkan skema insentif motor listrik
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 21.20
Prabowo: Motor Listrik Lokal yang Mengaspal Adalah 3 Kemenangan Sekaligus
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 18.29
Prabowo Peringatkan Pengguna Motor Bensin: Beralih ke Listrik atau Rasakan Sendiri
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 14.21