Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Perang Trump Hantam Amerika, Ekonomi AS Cuma Tumbuh 1,5%

Ekonomi Amerika Serikat melambat signifikan pada kuartal II-2026, dengan PDB hanya tumbuh 1,5% (yoy) di April-Juni 2026. Angka ini lebih rendah dari pertumbuhan 2,1% pada kuartal sebelumnya dan di bawah ekspektasi ekonom sebesar 1,8%. Penurunan terutama disebabkan oleh berkurangnya persediaan dan kontraksi belanja pemerintah federal. Namun, konsumsi rumah tangga justru membaik dengan kenaikan 2,1%, jauh lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang hanya 0,4%.

Inflasi masih menjadi tantangan utama bagi The Fed. Inflasi PCE (Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi) secara tahunan masih 3,7%, jauh di atas target The Fed sebesar 2%. Core PCE bertahan di 3,3%. Kondisi ini mempersempit ruang The Fed untuk memangkas suku bunga, setelah sebelumnya suku bunga acuan dipertahankan di 3,5%-3,75% melalui voting terbelah 9-3. Lonjakan inflasi sebelumnya dipicu kenaikan harga energi akibat konflik AS-Israel-Iran, di mana harga bensin sempat melonjak dari US$2,98 per galon menjadi lebih dari US$4,50 per galon pada Mei 2026.

Meski tekanan energi mulai mereda pada Juni dengan penurunan harga bensin 9,2%, masyarakat AS mulai mengandalkan tabungan untuk mempertahankan konsumsi. Tingkat tabungan pribadi turun menjadi 2,7%, level terendah dalam empat tahun, mengindikasikan tekanan terhadap daya beli mulai meningkat meski konsumsi masih relatif kuat.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait