Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Neraca Dagang Indonesia Diproyeksi Defisit US$ 1 Miliar di Juni 2026

Neraca perdagangan Indonesia diperkirakan mencatat defisit US$ 1 miliar pada Juni 2026, membaik dari defisit US$ 1,61 miliar di Mei 2026. Pemulihan ini didorong permintaan global yang masih kuat serta penurunan harga minyak dunia yang mengurangi tekanan impor migas. Permata Bank memproyeksikan ekspor Indonesia tumbuh 1,86% (yoy) pada Juni 2026, setelah sebelumnya mengalami kontraksi 5,73% (yoy) di Mei. Aktivitas manufaktur mitra dagang utama seperti China, AS, Jepang, dan India masih berada di zona ekspansi.

Sementara itu, impor Indonesia diperkirakan meningkat tajam sebesar 28,66% (yoy) pada Juni 2026, didorong permintaan domestik yang kuat dan kebijakan pemerintah yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Permata Bank mencatat ekspor China ke Indonesia juga meningkat signifikan selama Juni, mengindikasikan aktivitas impor yang masih tinggi.

Ke depan, Permata Bank memperkirakan defisit transaksi berjalan (CAD) Indonesia akan melebar menjadi 1%-2% terhadap PDB pada 2026, dari 0,11% PDB pada 2025. Hal ini dipicu pertumbuhan impor yang lebih cepat dibandingkan ekspor, serta sejumlah tantangan seperti melemahnya permintaan China, ketidakpastian geopolitik, dan keterbatasan keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok semikonduktor dan chip berbasis AI.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait