Mendag Budi Harap Neraca Dagang Indonesia Surplus hingga Akhir 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3617285/original/012275200_1635503742-20211029-Neraca-perdagangan-RI-alamai-surplus-ANGGA-3.jpg)
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa neraca dagang Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Juli 2026 senilai US$120 juta atau Rp2,1 triliun setelah sebelumnya mengalami defisit pada Mei dan Juni 2026. Defisit tersebut menghentikan rekor surplus berturut-turut selama 72 bulan. Meski demikian, ekspor Indonesia pada Januari-Juli 2026 tumbuh 4,43% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Budi menyampaikan harapannya agar tren surplus dapat berlanjut hingga akhir 2026 dan seterusnya. Defisit pada Mei-Juni 2026 sebagian besar dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang pernah melebihi US$100 per barel, yang menekan neraca perdagangan migas. Namun, neraca dagang nonmigas tetap mencatatkan surplus. Pemerintah juga menghadapi tantangan akibat ketegangan geopolitik global, seperti krisis di Selat Hormuz yang sempat mengganggu pasokan bahan bakar, sehingga perlu mencari pemasok alternatif seperti dari Amerika Serikat. Untuk menghadapi dinamika ini, pemerintah meluncurkan Trade Corporate University guna meningkatkan kapasitas SDM negosiator dagang nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 12.14
Neraca Dagang RI Bangkit Surplus US$120 Juta pada Juli 2026
ANTARA News · 1 September 2026 pukul 12.09
BPS: Neraca dagang RI hingga Juli 2026 surplus 3,70 miliar dolar AS
Berita terkait
Neraca Dagang Indonesia Diproyeksi Defisit US$ 1 Miliar di Juni 2026
Liputan6.com · 2 Agustus 2026 pukul 20.25
BPS: Neraca Dagang Indonesia Surplus Rp 2,12 Triliun pada Juli 2026
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 13.03
Bukan Pelemahan Ekspor, Mendag Tunjuk Penyebab Neraca Dagang Defisit
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 18.15
Perdagangan RI Defisit US$ 450 Juta di Juni 2026
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 11.53