BPS: Neraca Dagang Indonesia Surplus Rp 2,12 Triliun pada Juli 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3484415/original/045108700_1623842085-20210616-NERACA-DAGANG-RI-SURPLUS-7.jpg)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan barang Indonesia pada Juli 2026 sebesar US$ 120 juta (Rp 2,12 triliun) dengan kurs 17.730. Angka ini membalikkan defisit pada Mei dan Juni 2026. Surplus disumbangkan oleh komoditas nonmigas, khususnya lemak/minyak hewani nabati, bahan bakar mineral, dan besi/baja. Sementara, neraca migas mengalami defisit US$ 2,98 miliar dari hasil minyak dan minyak mentah. Nilai ekspor Juli 2026 mencapai US$ 26,22 miliar (naik 6,05% YoY), sementara impor US$ 26,09 miliar (naik 27,02% YoY). Kumulatif Januari-Juli 2026, surplus neraca perdagangan barang mencapai US$ 3,70 miliar dengan surplus nonmigas US$ 22,45 miliar dan defisit migas US$ 18,75 miliar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 1 September 2026 pukul 15.00
Neraca Perdagangan Juli 2026 Surplus USD 120 Juta, Komoditas Ini Jadi Penyelamat!
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 12.14
Neraca Dagang RI Bangkit Surplus US$120 Juta pada Juli 2026
kumparan · 1 September 2026 pukul 12.13
BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus USD 120 Juta pada Juli 2026
ANTARA News · 1 September 2026 pukul 12.09
BPS: Neraca dagang RI hingga Juli 2026 surplus 3,70 miliar dolar AS
Berita terkait
Video: Ekonom Bedah Pertumbuhan Ekonomi 5,29%, Fundamental RI Kuat?
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 10.06
BPS Catat Neraca Perdagangan RI Surplus USD 120 Juta pada Juli 2026
kumparan · 1 September 2026 pukul 12.17
Neraca Perdagangan RI Surplus US$ 120 Juta
Detik.com · 1 September 2026 pukul 11.54
Kabar Baik! Para Ahli Sepakat Ekonomi Indonesia 6 Bulan ke Depan Aman
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 13.10