Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Video: Ekonom Bedah Pertumbuhan Ekonomi 5,29%, Fundamental RI Kuat?

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II-2026 sebesar 5,29% (yoy), turun dibandingkan Kuartal I-2026 yang lebih tinggi karena dorongan masa lebaran dan low base effect. Sepanjang Semester I-2026, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,46%.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menjelaskan bahwa gejolak volatilitas global mulai terasa di Q2-2026, meski program pemerintah dan peningkatan investasi masih menopang pertumbuhan. Sektor swasta mulai membaik, tercermin dari peningkatan Kredit Modal Kerja (KMK), meski masih perlu dicermati.

Indonesia masih menghadapi tiga defisit utama: defisit APBN, defisit neraca transaksi berjalan, dan saving-investment gap. Selain itu, defisit neraca dagang tercatat USD 2 miliar pada April-Juni 2026 akibat tekanan ekspor dan meningkatnya impor minyak dan gas. Untuk mengimbangi hal ini, RI berpeluang mendorong ekspor pertanian dan perkebunan seperti kelapa, kopi, cokelat, dan pala.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait