Jakarta · Sabtu, 15 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Neraca Dagang RI Kembali Defisit US$450 Juta pada Juni 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia kembali defisit US$450 juta pada Juni 2026. Ini defisit kedua beruntun setelah kinerja minus US$1,6 miliar pada Mei 2026. Meskipun begitu, secara kumulatif Januari-Juni 2026 masih tercatat surplus US$3,58 miliar. BPS merilis data ini dalam konferensi pers pada Senin, 3 Agustus.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyatakan defisit Juni berasal dari komoditas migas yang minus US$3,49 miliar, sementara nonmigas surplus US$3,04 miliar. Penyumbang utama defisit migas adalah hasil minyak dan minyak mentah. Defisit terjadi karena ekspor tercatat US$25,46 miliar, lebih rendah dibanding impor US$25,91 miliar.

Secara kumulatif, komoditas penyumbang defisit terbesar adalah mesin dan peralatan mekanik (HS 84) sebesar US$15,93 miliar, mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) US$7,98 miliar, serta plastik dan barang dari plastik (HS 39) US$4,72 miliar. Berdasarkan negara, defisit terbesar berasal dari China US$14,26 miliar, Australia US$3,97 miliar, dan Prancis US$1,49 miliar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait