Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Nilai ekspor perdagangan RI Januari-Juni capai 140,81 miliar dolar AS

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia secara kumulatif Januari-Juni 2026 mencapai 140,81 miliar dolar AS, meningkat 4,13 persen dibanding periode sama tahun 2025. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut andil utama kenaikan berasal dari sektor industri pengolahan sebesar 6,18 persen. Komoditas nonmigas unggulan yang meningkat antara lain minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya dengan pangsa nilai 9,12 persen, serta batu bara dengan pangsa 8,95 persen. China menjadi negara tujuan ekspor utama dengan pangsa 25,58 persen atau senilai 34,56 miliar dolar AS, disusul Amerika Serikat (11,76 persen, 15,82 miliar dolar AS) dan India (6,87 persen, 9,25 miliar dolar AS). Produk ekspor unggulan ke China meliputi besi dan baja, nikel, serta bahan bakar mineral; ke AS berupa mesin elektrik, alas kaki, pakaian; ke India bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, serta mesin elektrik. Sementara itu, nilai impor Januari-Juni 2026 mencapai 137,24 miliar dolar AS, meningkat 18,69 persen, dengan andil terbesar dari bahan baku/penolong sebesar 13,15 persen. Neraca perdagangan barang periode tersebut surplus 3,58 miliar dolar AS. Namun pada Juni 2026 neraca defisit 450 juta dolar AS, dengan ekspor 25,46 miliar dolar AS dan impor 25,91 miliar dolar AS.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait