Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah, Tertekan Sikap The Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3284618/original/004329100_1604313218-20201102-Hari-ini-Rupiah-Ditutup-melemah-atas-dolar-ANGGA-4.jpg)
Nilai tukar rupiah melemah 0,03 persen menjadi 17.758 per dolar AS pada Jumat (18/9/2026), tertekan oleh sentimen eksternal. Harga minyak Brent turun 1,3 persen ke US$ 103,40 per barel namun tetap di atas US$ 100 akibat ketidakpastian geopolitik seperti konflik Saudi-Yaman dan ketegangan di Selat Hormuz. Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menyatakan risiko harga minyak di atas asumsi APBN serta kebijakan moneter hawkish Federal Reserve yang menembus indeks dolar AS di level 100. Pasar memperkirakan lebih dari 50 persen kemungkinan kenaikan suku bunga Fed pada Oktober. Investor menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG) pada 22-23 September 2026 untuk kebijakan suku bunga.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 18 September 2026 pukul 17.30
Harga Minyak Masih di Level Tinggi, Rupiah Sore Ini Ditutup Melemah
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 09.17
Harga Minyak Turun 1%, Pasar Mulai Redam Kekhawatiran Gangguan Pasokan Timur Tengah
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 16.39
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Terpukul Keputusan The Fed
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 15.51
Iran Ogah Damai 'Cuma-Cuma', AS dan Dunia Tertekan Harga Minyak
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Sulit Turun dari US$100, Pasokan kian Tipis
Media Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.00
Harga Minyak Melonjak di Atas 3%, Serangan Saudi dan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan
Warta Ekonomi · 14 September 2026 pukul 10.03
Serangan Di Teluk dan Jalur Pipa Arab Saudi Buat Harga Minyak Brent Naik
JawaPos · 14 September 2026 pukul 08.17
Jika Harga Minyak Terus Mendidih, Pertamax Bisa Tembus Rp 20.000/Liter
Detik.com · 12 September 2026 pukul 05.55