Harga Minyak Dunia Sulit Turun dari US$100, Pasokan kian Tipis
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PASAR minyak global mengalami kelancaran pasokan setelah serangan drone di pipeline East-West Arab Saudi pada September 2026. Serangan tersebut mengancam 4 juta barel per hari dari Abqaiq ke Yanbu, memicu lonjakan harga Brent ke US$106,29 dan WTI ke US$102,61 per barel. Konflik Timur Tengah juga memperparah ketegangan AS-Iran serta serangan Houthi di Laut Merah. Stok cadangan global menguap 1 miliar barel, sementara HSBC memproyeksikan pasar minyak tidak seimbang hingga 2027 dengan harga Brent bisa mencapai US$120 per barel.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 16 September 2026 pukul 08.09
Ekspor Saudi Terganggu, Harga Minyak Dunia Melesat ke Level Tertinggi Sejak Mei
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 19.07
Stok Dunia Menipis, Krisis BBM Global Sudah di Depan Mata
CNN Indonesia · 15 September 2026 pukul 10.55
Harga Minyak Tembus US$106 Usai Serangan Houthi Lumpuhkan Pipa Saudi
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 08.50
Bursa Asia Mayoritas Melemah, Harga Minyak Tembus US$106 per Barel
Berita terkait
Harga Minyak Dunia Tembus US$108, Pertamax Berpotensi Naik hingga Rp20 Ribu
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 15.03
Harga Minyak Dunia Melonjak, ICP Agustus Tembus USD89,43 per Barel
SINDOnews · 11 September 2026 pukul 10.00
Harga minyak mentah Indonesia naik jadi 89,43 dolar AS per barel
ANTARA News · 11 September 2026 pukul 09.46
Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Bisa Lampaui USD120 dalam Waktu Dekat
SINDOnews · 10 September 2026 pukul 07.54