Nilai Tukar Rupiah Melemah, Lonjakan Harga Minyak Jadi Penekan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4875743/original/064820600_1719401843-20240626-Rupiah_Melemah-ANG_6.jpg)
Nilai tukar rupiah melemah 0,26 persen menjadi 17.864 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat ketidakpastian perundingan damai Iran-AS, di mana harga WTI naik menjadi US$ 92,16 dan Brent mencapai US$ 103,08 per barel. Kenaikan harga minyak memberikan tekanan ekonomi bagi negara pengimpor seperti Indonesia.
Selain itu, penguatan dolar AS terjadi karena ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Analis memperkirakan peluang kenaikan 25 bps pada Oktober mencapai 70 persen dan lebih dari 50 persen pada Desember. Rupiah diprediksi akan bergerak dalam rentang 17.800 hingga 17.950 per dolar AS, tergantung pada harga minyak dan kebijakan moneter AS.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 24 September 2026 pukul 11.26
Rupiah Anjlok di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 09.02
Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.835 Pagi Ini
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 16.43
Investor Fokus kepada The Fed, Rupiah Kembali Melemah
JPNN.com · 22 September 2026 pukul 16.33
Diperberat Sentimen Suku Bunga The Fed, Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp 17.884 per Dolar AS
Berita terkait
Rupiah Hari Ini Lesu ke 17.884 Tersengat Antisipasi Kenaikan Suku Bunga The Fed
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 17.23
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.884 per Dolar AS Selasa Sore
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 16.21
Rupiah Loyo ke Rp17.779 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 09.45
Rupiah Hari Ini Menguat ke 17.743, Sikap Hawkish The Fed Membayangi
Liputan6.com · 18 September 2026 pukul 11.24