Rupiah Anjlok di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah melemah 46 poin (0,26%) menjadi Rp17.864 per USD pada pembukaan perdagangan Kamis. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak dunia akibat ketidakpastian perundingan perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat. Harga minyak West Texas Intermediate naik 1,81% menjadi USD 92,16 per barel, sementara minyak Brent naik 3,86% menjadi USD 103,08 per barel.
Selain faktor minyak, penguatan dolar AS turut menekan rupiah karena ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Terdapat peluang kenaikan 25 bps pada Oktober dan kenaikan lanjutan pada Desember. Akibat tekanan tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.950 per USD.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 11.00
Nilai Tukar Rupiah Melemah, Lonjakan Harga Minyak Jadi Penekan
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.30
Rupiah Kian Dekati Rp18.000, Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Sorotan
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 15.07
Rupiah Ditutup Koreksi 0,51%, Dolar AS Naik ke Posisi Rp17.885
JawaPos · 24 September 2026 pukul 09.45
Rupiah Melemah Dipengaruhi Harga Minyak Yang Kembali Melonjak
Berita terkait
Rupiah Dibuka Menguat ke Level Rp17.729 di Awal Perdagangan Pagi Ini
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 09.28
Rupiah Anjlok ke Rp17.611 per Dolar AS Tertekan Lonjakan Harga Minyak Dunia
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 16.00
Rupiah Merosot ke 17.585 Tersengat Lonjakan Harga Minyak
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 11.04
Awal Perdagangan, Rupiah Melemah ke Rp17.585 per Dolar AS
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 09.27