Indonesia Cyber Protection 2026 Dorong Industri Keuangan Perkuat Ketahanan Siber Berbasis Era AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia Cyber Protection 2026 menyoroti perlindungan siber di sektor keuangan yang semakin digital. Dengan lebih dari 235 juta pengguna internet dan 80% masyarakat menggunakan e-wallet, ancaman siber meningkat pesat. BSSN mencatat 3,64 miliar anomali serangan siber Januari-Juli 2025. Regulator seperti BSSN dan OJK menekankan kolaborasi antar pihak untuk membangun ketahanan siber berbasis AI. Direktorat Keamanan Siber menyebut kapasitas pemantauan hanya mencakup kurang dari 10% aktivitas digital. OJK menekankan kepercayaan publik sebagai faktor krusial, yang dibangun melalui kesiapan menghadapi insiden. PT Pegadaian menyoroti pentingnya tata kelola manusia, proses, serta AI lawan AI dalam pertahanan siber. AFTECH menyatakan hanya 20% anggota yang menggunakan AI untuk keamanan siber, meski 84% telah mengadopsi AI secara umum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 14.33
Era AI, OJK Minta Bank Perkuat Keamanan Siber
Berita terkait
Data Masyarakat Rentan Diretas, Pengesahan RUU Keamanan Siber Dinilai Tak Bisa Ditunda
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 18.54
OJK Wajibkan Bank Dkk Tanggung Kerugian Akibat Gangguan Teknologi
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 18.00
OJK Perketat Keamanan Siber Sektor Keuangan, Kebocoran Data Jadi Risiko
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 14.25
Banyak Kasus Kebocoran Data, OJK Pelototi LPIP
Warta Ekonomi · 17 September 2026 pukul 17.00