OJK: Porsi baki debet BNPL kecil, masih ada peluang untuk tumbuh besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai porsi baki debet buy now pay later (BNPL) di industri perusahaan pembiayaan masih relatif kecil, yakni 2,45 persen dari total pembiayaan baru. Hal ini dianggap sebagai peluang besar bagi industri BNPL untuk tumbuh lebih lanjut. Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Pembiayaan OJK, Moch. Riezky F. Purnomo, menyampaikan bahwa jika porsi BNPL dapat mencapai 30 persen, pertumbuhan penyaluran pembiayaan akan meningkat secara signifikan.
Berdasarkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp13,62 triliun per Juli 2026, dengan pertumbuhan 54,65 persen secara tahunan. Jumlah pengguna BNPL juga mencapai 26,64 juta rekening, menunjukkan adopsi yang luas di kalangan masyarakat.
Sementara itu, tingkat non-performing financing (NPF) gross BNPL turun menjadi 3,03 persen per Juli 2026, perbaikan dari 3,09 persen pada bulan sebelumnya. Riezky menyampaikan rasa syukurnya atas kontribusi yang luas dari BNPL dalam sektor keuangan Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 19.35
Pembiayaan Pinjol Tembus Rp105,63 Triliun, AFPI Peringatkan Risiko Gagal Bayar Makin Besar
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 17.01
Jaga Kualitas Pembiayaan, Home Credit Tetap Prudent Layani Pelanggan
Berita terkait
OJK Catat Pembiayaan Tembus Rp513 Triliun, Modal Kerja Tumbuh 6,32%
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 19.19
Pembiayaan Multifinance Masih Tumbuh Terbatas, NPF Naik Tipis
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 18.00
OJK Catat Pembiayaan Pinjol Tembus Rp105,63 T Juli 2026, Naik 24,76%
CNN Indonesia · 7 September 2026 pukul 17.31
OJK Ungkap Sederet Tantangan Industri Multifinance
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.54