Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

OJK: Porsi baki debet BNPL kecil, masih ada peluang untuk tumbuh besar

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai porsi baki debet buy now pay later (BNPL) di industri perusahaan pembiayaan masih relatif kecil, yakni 2,45 persen dari total pembiayaan baru. Hal ini dianggap sebagai peluang besar bagi industri BNPL untuk tumbuh lebih lanjut. Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Pembiayaan OJK, Moch. Riezky F. Purnomo, menyampaikan bahwa jika porsi BNPL dapat mencapai 30 persen, pertumbuhan penyaluran pembiayaan akan meningkat secara signifikan.

Berdasarkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), pembiayaan BNPL oleh perusahaan pembiayaan mencapai Rp13,62 triliun per Juli 2026, dengan pertumbuhan 54,65 persen secara tahunan. Jumlah pengguna BNPL juga mencapai 26,64 juta rekening, menunjukkan adopsi yang luas di kalangan masyarakat.

Sementara itu, tingkat non-performing financing (NPF) gross BNPL turun menjadi 3,03 persen per Juli 2026, perbaikan dari 3,09 persen pada bulan sebelumnya. Riezky menyampaikan rasa syukurnya atas kontribusi yang luas dari BNPL dalam sektor keuangan Indonesia.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait