Jaga Kualitas Pembiayaan, Home Credit Tetap Prudent Layani Pelanggan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Home Credit Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas pembiayaan meski di tengah permintaan konsumen yang menginginkan proses cepat dan mudah. Menurut Acting CEO Sylvia Lazuarni, kecepatan layanan tidak boleh mengorbankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit. Home Credit menerapkan pendekatan hibrida antara teknologi digital dan asistensi langsung di toko, dengan 6.000 Sales Agent di sekitar 23.000 toko mitra. Proses persetujuan kredit dilakukan dalam dua langkah: persetujuan awal melalui aplikasi My Home Credit, lalu penilaian ulang di toko berdasarkan profil risiko dan produk yang dibeli.
Layanan Home Credit saat ini tersedia di lebih dari 270 kota dan kabupaten, termasuk Jayapura, Papua, yang ditambahkan pada awal 2026. Perusahaan menilai proses underwriting berkali-kali penting untuk memastikan kemampuan bayar pelanggan. Jika total kewajiban pelanggan melebihi batas kemampuan bayar, Home Credit akan menyesuaikan penawaran produk. Pada Juni 2026, Non-performing Finance (NPF) net Home Credit sebesar 0,47%, jauh di bawah ambang batas regulator 5%.
Home Credit berkomitmen pada prinsip responsible lending sambil menyeimbarkan kecepatan layanan dan keamanan kredit. Perusahaan akan terus mengevaluasi inovasi layanan agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar yang semakin digital, tanpa mengorbankan kualitas portofolio.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 8 September 2026 pukul 17.38
HDFA Bidik Pembiayaan Rp4,15 Triliun pada 2026
Berita terkait
Pembiayaan Multifinance Masih Tumbuh Terbatas, NPF Naik Tipis
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 18.00
OJK Ungkap Sederet Tantangan Industri Multifinance
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 12.54
Debitur Sulit Bayar, NPF Multifinance Sudah 3%
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 10.26
OJK Catat Pembiayaan Tembus Rp513 Triliun, Modal Kerja Tumbuh 6,32%
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 19.19