Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

OJK Ungkap Sederet Tantangan Industri Multifinance

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan tantangan utama bagi industri multifinance, termasuk suku bunga tinggi yang berkepanjangan atau "higher for longer" yang perlu diantisipasi untuk menjaga dampak tetap terukur. Selain itu, menjaga kualitas pembiayaan menjadi prioritas karena kemampuan bayar debitur yang tertekan, sehingga rasio pembiayaan bermasalah (NPF) harus tetap dijaga pada level sehat. Proses penagihan dan pengelolaan risiko pembiayaan juga menjadi perhatian penting.

Berdasarkan data OJK per Juni 2026, piutang pembiayaan perusahaan multifinance tercatat Rp511,26 triliun, dengan pertumbuhan 1,88% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan ini melambat dibandingkan Desember 2024 yang mencapai 6,92% dan masih tipis dibandingkan 1,96% pada Juni 2025. NPF gross tercatat 3,01%, turun tipis dari Mei 2026 sebesar 3,06%, namun lebih tinggi dibandingkan Juni 2025 sebesar 2,55%. NPF net berada di 0,81%, menurun dari 0,85% pada Mei 2026 dan 0,88% pada Juni 2025.

Industri multifinance juga dituntut untuk berinovasi dan menyesuaikan model bisnis dengan perkembangan teknologi serta perubahan pasar. Pembiayaan untuk segmen UMKM membutuhkan pendekatan spesifik guna menjaga kualitas dan mendukung pertumbuhan. Tantangan operasional dan pemenuhan ekspektasi pemangku kepentingan menjadi perhatian agar operasional bisnis tetap efektif dan berkelanjutan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait