Oktober 2026 Dibuka Dengan Potensi Rupiah Melemah Meski APBN Solid
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah diperkirakan melemah pada perdagangan Rabu (1/10/2026) dengan rentang Rp 17.890-Rp 17.940 per dollar AS, setelah sebelumnya menguat 87 poin menjadi Rp 17.894. Pengamat ekonomi Ibrahim Assuaibi menyatakan pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen domestik. Bank Indonesia menggunakan tiga instrumen untuk menjaga stabilitas nilai tukar: spot, DNDF (Domestic Non Deliverable Forward), dan NDF (Non Deliverable Forward). Menteri Keuangan Suhasil Nazara memastikan APBN 2027 dirancang pruden dan kredibel di tengah ketidakpastian global, geopolitik, dan fragmentasi perdagangan dunia yang meningkatkan volatilitas harga serta tekanan inflasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 21.30
Banggar Tantang Pemerintah Jaga Rupiah di Rp17.500
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 06.50
Pantas Saja Rupiah Susah Menguat, Ini Ternyata Biang Keroknya!
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 19.00
Rupiah Lepas dari Bayang-Bayang 18.000 per Dolar AS, Ada Intervensi BI
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 16.50
BI Proyeksi Kebutuhan Valas Mulai Melemah di Akhir Tahun, Rupiah Bakal Menguat?
Berita terkait
Rupiah Kian Dekati Rp18.000, Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Sorotan
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 15.30
Bank Indonesia Beberkan Alasan Pertahankan Suku Bunga 5,75%
kumparan · 23 September 2026 pukul 16.52
BI Tahan Suku Bunga Acuan 5,75 Persen, Ini Alasannya
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32
Alasan BI Tahan Lagi Suku Bunga 5,75%: Jaga Rupiah!
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.25