Jakarta · Selasa, 22 September 2026Cari
WargaKonoha

Pakai AI Bikin Boros Air dan Listrik, Wamen Stella Bilang Indonesia Justru Punya Peluang

Kecerdasan buatan (AI) membutuhkan konsumsi energi listrik yang sangat besar. Menurut Wakil Menteri Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Stella Christie, pusat data AI di Amerika Serikat saat ini menggunakan 155 triliun watt hours per tahun. Penggunaan ini diperkirakan akan mencapai 465 triliun watt hours pada 2030, setara dengan konsumsi listrik seluruh negara Eropa seperti Italia, Inggris, hingga Kanada. Selain listrik, AI juga membutuhkan air dalam jumlah besar, dengan laporan menunjukkan bahwa pada tahun lalu, air setara untuk 1,2 juta orang terevaporasi untuk mendukung operasional AI.

Stella menekankan bahwa energi, bukan semikonduktor atau chip, adalah faktor pembatas utama pengembangan AI. Meskipun konsumsi energi AI terlihat mengkhawatirkan, Stella melihat peluang besar bagi Indonesia yang memiliki sumber energi terbarukan melimpah, termasuk surya, angin, panas bumi, dan hidrogen alami. Indonesia diduga memiliki cadangan panas bumi terbesar kedua di dunia dan cadangan hidrogen alami yang sangat besar.

Pemerintah melalui Kemdiktisaintek mendorong penguatan penggunaan energi terbarukan untuk mendukung pengembangan industri data center berbasis AI. Stella berharap Indonesia dapat memanfaatkan potensi energinya untuk menjadi pemain kunci dalam industri AI global, alih-alih hanya melihat konsumsi energi AI sebagai ancaman.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait