Jakarta · Kamis, 17 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Bilang RI Kehilangan Rp15.000 T Gegara Praktik Kotor 34 Tahun

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia kehilangan Rp15.000 triliun (US$908 miliar) selama 34 tahun (1991-2024) akibat praktik under-invoicing dan transfer pricing. Praktik ini terjadi ketika eksportir melaporkan volume barang yang lebih rendah dari sebenarnya, seperti mengekspor 100 ton namun hanya dilaporkan 50 ton. Dalam pertemuan dengan MPR, DPR, dan Dewan Ekonomi Nasional pada Mei 2026, Prabowo menyampaikan data kebocoran ini dan mendesak pemerintah menutup luka keuangan negara. Pemerintah kemudian merancang kebijakan pengendalian ekspor komoditas strategis melalui satu pintu di Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) untuk meminimalisir kebocoran nilai ekspor.

Berita terkait