Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pasar AS Masih Bergejolak, AI Tak Lagi Jadi Jaminan Saham Naik

Pasar saham Amerika Serikat mengalami volatilitas tinggi akibat kombinasi laporan keuangan emiten teknologi yang beragam dan tekanan dari pasar obligasi. Saham Microsoft melonjak 16% dengan kenaikan kapitalisasi pasar harian terbesar sepanjang sejarah perusahaan AS, berkat pertumbuhan bisnis cloud computing. Sebaliknya, Apple anjlok 7,4% karena proyeksi penjualan mengecewakan, Meta merosot 8% setelah memperkirakan arus kas bebas berubah negatif, sementara Amazon naik 15%. Investor kini dinilai semakin selektif dan mulai menuntut bukti konkret pengembalian investasi AI, bukan sekadar janji pertumbuhan.

Di sisi lain, Ketua The Fed Kevin Warsh mengisyaratkan kenaikan suku bunga belum diperlukan karena imbal hasil obligasi yang sudah naik telah membantu memperketat kondisi keuangan. Pernyataan ini justru memicu aksi jual besar-besaran, dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 30 tahun melonjak ke level tertinggi dalam 19 tahun dan tenor 10 tahun ke level tertinggi dalam 18 bulan. Warsh juga mempertimbangkan pengurangan frekuensi rapat kebijakan moneter The Fed.

Meski demikian, fundamental laba emiten AS masih menjadi penopang pasar. Pertumbuhan laba agregat S&P 500 diperkirakan mencapai sekitar 47%, tertinggi dalam lebih dari lima tahun. Goldman Sachs memproyeksikan pendapatan Amazon, Alphabet, Meta, dan Microsoft masih tumbuh sekitar 18% per tahun dua tahun ke depan. Pekan ini, investor akan mencermati laporan ketenagakerjaan AS dan laporan keuangan perusahaan seperti McDonald's dan Walt Disney.

Berita terkait