Jakarta · Sabtu, 26 September 2026Cari
WargaKonoha

Dana kredit Rp2.500 triliun belum cair, BI lihat swasta mulai bergerak

Bank Indonesia (BI) mencatatkan fasilitas kredit yang belum dicairkan (undisbursed loan) mencapai Rp2.548 triliun per Juli 2026, meski permintaan pembiayaan dari sektor swasta mulai menunjukkan tren kenaikan. Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan bahwa tingginya undisbursed loan dipengaruhi oleh faktor permintaan dan penawaran kredit. Pada kuartal II-2026, pertumbuhan kredit masih didominasi oleh aktivitas pemerintah, sementara permintaan sektor swasta relatif terbatas. Namun, data terbaru menunjukkan adanya perubahan, dengan sektor swasta mulai meningkatkan permintaan kredit. Dari sisi penawaran, sejumlah bank sebelumnya lebih memilih menempatkan likuiditas pada instrumen seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) ketika permintaan kredit lemah. Untuk mendorong alokasi likuiditas ke sektor riil, BI memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Pendalaman Pasar Uang (PPU) mulai 1 September 2026. Bank yang menjaga rasio kepemilikan SBN dan SRBI nonrepository di bawah 19 persen dari total pendanaan akan mendapatkan insentif hingga 200 basis poin (2 persen) melalui pengurangan giro wajib minimum di BI. Pada Agustus 2026, kredit perbankan tumbuh 13,65 persen secara tahunan, didorong oleh kredit investasi (25,11 persen) dan kredit modal kerja (11,45 persen), yang menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait