Dana kredit Rp2.500 triliun belum cair, BI lihat swasta mulai bergerak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) mencatatkan fasilitas kredit yang belum dicairkan (undisbursed loan) mencapai Rp2.548 triliun per Juli 2026, meski permintaan pembiayaan dari sektor swasta mulai menunjukkan tren kenaikan. Gubernur BI Destry Damayanti menjelaskan bahwa tingginya undisbursed loan dipengaruhi oleh faktor permintaan dan penawaran kredit. Pada kuartal II-2026, pertumbuhan kredit masih didominasi oleh aktivitas pemerintah, sementara permintaan sektor swasta relatif terbatas. Namun, data terbaru menunjukkan adanya perubahan, dengan sektor swasta mulai meningkatkan permintaan kredit. Dari sisi penawaran, sejumlah bank sebelumnya lebih memilih menempatkan likuiditas pada instrumen seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) ketika permintaan kredit lemah. Untuk mendorong alokasi likuiditas ke sektor riil, BI memperkuat Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) Pendalaman Pasar Uang (PPU) mulai 1 September 2026. Bank yang menjaga rasio kepemilikan SBN dan SRBI nonrepository di bawah 19 persen dari total pendanaan akan mendapatkan insentif hingga 200 basis poin (2 persen) melalui pengurangan giro wajib minimum di BI. Pada Agustus 2026, kredit perbankan tumbuh 13,65 persen secara tahunan, didorong oleh kredit investasi (25,11 persen) dan kredit modal kerja (11,45 persen), yang menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 25 September 2026 pukul 13.13
Kredit Nganggur di Bank Tembus Rp2.548 Triliun, Ini Biang Keroknya
JawaPos · 25 September 2026 pukul 17.45
BI Catat Uang Beredar Capai Rp 10.448 Triliun, Efek Kredit Tumbuh Pesat
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 11.05
Ternyata Ini Alasan BI Tetap Edarkan Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Warjiyo
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 06.55
Bos BI Beberkan Sebab Kredit Nganggur Tembus Rp 2.548 Triliun
Berita terkait
Calon Gubernur BI Destry Soroti Undisbursed Loan Tembus Rp2.548 T
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 11.44
BI masih cetak rupiah bertanda tangan eks Menkeu-Gubernur BI
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 01.23
Kredit Nganggur Tembus Rp 2.548 Triliun, Bos BI Ungkap Biang Keroknya
Detik.com · 24 September 2026 pukul 22.09
Soal Burden Sharing, BI Pastikan Tak Terulang di Kondisi Normal
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 21.03