Ternyata Ini Alasan BI Tetap Edarkan Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Warjiyo
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bank Indonesia (BI) masih mengedarkan uang rupiah cetakan 2026 dengan tanda tangan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan mantan Gubernur BI Perry Warjiyo. Hal ini terjadi karena proses pencetakan uang dilakukan secara bertahap berdasarkan proyeksi kebutuhan uang kartal, sehingga pergantian pejabat tidak otomatis menghentikan produksi seri yang sudah direncanakan.
Kebutuhan uang tunai tetap harus dipenuhi, terutama bagi masyarakat di wilayah dengan akses transaksi digital dan jaringan komunikasi yang terbatas. BI dan pemerintah secara berkala menentukan jumlah uang kertas serta logam yang perlu diterbitkan untuk menjaga ketersediaan uang beredar di masyarakat. Saat ini, uang dengan tanda tangan pejabat lama tersebut juga menarik minat para kolektor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 01.23
BI masih cetak rupiah bertanda tangan eks Menkeu-Gubernur BI
JawaPos · 24 September 2026 pukul 20.45
BI Terbitkan Rupiah Seri Baru Tanda Tangan Pejabat Lama, Gubernur BI: Sesuai Tahapan Rutin
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.50
Cadangan Devisa Indonesia Naik ke US$ 146,5 Miliar
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 13.10
BI Ungkap 3 Biang Kerok Nilai Tukar Rupiah Melemah
Berita terkait
Nilai Tukar Rupiah Tertekan, BI Siapkan Jurus Intervensi
Liputan6.com · 24 September 2026 pukul 12.50
Rupiah Tertekan Sentimen Global dan Impor Valas, Begini Strategi BI
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 12.30
Rupiah Dibayangi Gejolak Global, Bank Indonesia Rilis Jurus Baru Jaga Nilai Tukar
JawaPos · 23 September 2026 pukul 16.32
Rupiah Menguat ke Rp17.817 per Dolar AS Ditopang Keputusan BI Tahan Suku Bunga
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 15.41