Pedagang Seblak Gugat UU Halal, Begini Cara dan Biaya Urus Sertifikasinya
Liputan6.com± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4379579/original/095961400_1680323435-WhatsApp_Image_2023-03-30_at_18.29.46.jpeg)
Pedagang seblak Wahyu Triana Sari menggugat UU JPH Nomor 6 Tahun 2023 melalui uji materi ke Mahkamah Konstitusi. Gugatan merespons PP Nomor 42 Tahun 2024 yang mewajibkan sertifikasi halal mulai 18 Oktober 2026 untuk semua produk makanan dan minuman. Proses pengajuan dilakukan secara digital melalui Sistem Informasi Halal (SIHALAL) dengan dua skema: Reguler (berbayar) dan Self Declare (gratis untuk UMKM). BPJPH menyediakan 1,35 juta kuota sertifikat gratis tahun 2026 bagi UMKM yang memenuhi kriteria tertentu.
Bagikan
Berita terkait
MUI Dukung Aturan BPJPH Terkait Pemastian Produk Halal Impor
Media Indonesia · 12 September 2026 pukul 08.05
Wajib Halal Oktober 2026, BPJPH Perketat Aturan Industri
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 12.31
Aturan Baru BPJPH: Tak Pasang Label Halal Siap-Siap Kena Sanksi
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 18.00
Jelang Wajib Halal, Industri Kosmetik dan UMKM Hadapi Tantangan Sertifikasi
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 16.15