Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pegadaian Jadi Satu-satunya Bullion Bank Underlying Provider ETF Emas RI

Exchange Traded Fund (ETF) Emas resmi diluncurkan dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 10 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ke-49 Pasar Modal Indonesia. ETF Emas adalah instrumen reksa dana yang aset dasarnya berupa emas fisik, sehingga memungkinkan masyarakat mengakses investasi emas melalui pasar modal. Dalam ekosistem ini, PT Pegadaian (Persero) berperan sebagai satu-satunya Bullion Bank yang menjadi penyedia aset dasar melalui Electronic Gold Receipt (EGR), bukan sebagai penerbit produk ETF. EGR adalah bukti kepemilikan emas elektronik yang miteran dengan emas fisik, dengan konversi 1 gram emas setara dengan 1.000 EGR. Peluncuran ini merupakan hasil kolaborasi antara Pegadaian, BEI, OJK, dan KSEI yang mulai dilaksanakan sejak 2024, dan didukung oleh regulasi seperti POJK Nomor 2 Tahun 2026 serta Fatwa DSN-MUI Nomor 163 Tahun 2025 tentang ETF Syariah Emas. Produk ini juga telah memenuhi prinsip syariah, sehingga menjadi alternatif investasi yang layak bagi berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga.

Dukungan pemerintah pun kuat. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan bahwa kehadiran ETF Emas penting untuk memperluas pilihan investasi dan memperdalam pasar keuangan agar kompetitif secara regional dan global. Ia mencatat bahwa aset kelolaan ETF Emas global tahun 2025 mencapai USD 559 miliar dengan kepemilikan emas 4.025 ton. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimis bahwa produk ini dapat memperkuat kedalaman sektor keuangan Indonesia dan membantu bersaing dengan negara lain seperti Amerika, China, dan India. Pegadaian dipercaya sebagai penyedia aset karena kesiapan infrastruktur dan regulasi, didukung oleh vault internasional dan jaringan produsen emas nasional bersertifikasi SNI 99,99%.

Peluncuran ETF Emas juga melibatkan berbagai pihak terkait seperti Manajer Investasi, Bank Kustodian, Dealer Partisipan, dan KSEI. Acara peluncuran dihadiri oleh sejumlah pejabat penting termasuk anggota Dewan Komisioner OJK, Wakil Menteri Keuangan, Direktur Utama Pegadaian, hingga perwakilan BEI dan asosiasi terkait. Dengan peran Pegadaian sebagai penyedia aset dasar, peluncuran ini diharapkan menjadi bentuk nyata sinergi antara industri bullion dan pasar modal untuk membangun ekosistem investasi emas yang terintegrasi, transparan, dan inklusif.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait