ETF Emas Resmi Tersedia di BEI, Wamenkeu Beri Pesan Penting
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah meluncurkan ETF Emas di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai instrumen investasi yang diperdagangkan di bursa, memungkinkan investor mengakses emas tanpa perlu menyimpan fisik. Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyampaikan tiga pesan penting: memperdalam pasar modal Indonesia, memperkuat ekosistem emas nasional, dan memastikan inovasi diluncurkan bersamaan dengan integritas untuk membangun kepercayaan investor. Peluncuran ini menjadi bagian dari agenda reformasi pasar modal yang dilakukan OJK dan BI.
Pasar modal Indonesia menunjukkan perkembangan positif dengan lebih dari Rp125 triliun terkumpul pada semester 1 2026 dan 28 juta investor terdaftar. Namun, pemerintah menekankan pentingnya tidak berpuas diri dan terus memperluas pilihan investasi serta meningkatkan likuiditas dan tata kelola pasar.
ETF Emas global mencapai nilai aset kelolaan US$559 miliar dengan kepemilikan emas 4.025 ton, mencerminkan minat yang tinggi. Pemerintah berkomitmen mendukung penguatan ini melalui sinergi dengan OJK, BEI, dan para pelaku pasar untuk menciptakan alternatif investasi yang lebih beragam bagi masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 20.04
ETF Emas Perdana Hadir di BEI, Pegadaian Jadi Bullion Bank Tunggal Penopang Pasar
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 20.03
Pegadaian Jadi Satu-satunya Bullion Bank Underlying Provider ETF Emas di Indonesia
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 17.58
Pegadaian Jadi Satu-satunya Bullion Bank Underlying Provider ETF Emas RI
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 16.00
OJK Sebut ETF Emas Buka Akses Investasi Inklusif
Berita terkait
BEI Rilis ETF Emas, Alternatif Instrumen Baru Bagi Investor Pasar Modal Indonesia
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 14.34
Airlangga Pede ETF Emas RI Bisa Kalahkan India dan Singapura
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 11.15
Wamenkeu Ungkap Warga Dunia Gila Emas, Simpan 4.025 Ton di 2025
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 10.30
OJK Ungkap Alasan ETF Emas Baru Bisa Meluncur Usai 10-15 Tahun Dikaji
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 10.27