Wamenkeu Ungkap Warga Dunia Gila Emas, Simpan 4.025 Ton di 2025
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan bahwa investasi emas, khususnya melalui Exchange Traded Fund (ETF) Emas, semakin populer di pasar global. Pada 2025, aset kelolaan ETF emas global mencapai US$ 559 miliar dengan total kepemilikan emas sebesar 4.025 ton. Hal ini mencerminkan pentingnya instrumen ini dalam ekosistem investasi internasional.
Di Indonesia, peluncuran ETF Emas bertujuan untuk memperdalami pasar keuangan domestik dan menjadikan instrumen ini bagian dari penguatan ekosistem emas nasional. Pemerintah juga mendukung pengembangan kegiatan usaha bullion sejak 2023, yang memungkinkan emas tidak hanya disimpan tetapi juga terhubung dengan pasar investasi yang lebih luas.
Juda berharap pasar ETF Emas Indonesia dapat bersaing dengan pasar regional dan global. Dengan pengembangan bullion dan ETF Emas, dipercaya pasar modal Indonesia akan semakin dalam dan masyarakat akan memperoleh alternatif investasi yang lebih beragam.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 14.30
Airlangga Ungkap Potensi ETF Emas Indonesia Capai Rp357 Triliun
SINDOnews · 10 Agustus 2026 pukul 20.04
ETF Emas Perdana Hadir di BEI, Pegadaian Jadi Bullion Bank Tunggal Penopang Pasar
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 20.03
Pegadaian Jadi Satu-satunya Bullion Bank Underlying Provider ETF Emas di Indonesia
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 17.58
Pegadaian Jadi Satu-satunya Bullion Bank Underlying Provider ETF Emas RI
Berita terkait
Wamenkeu Tekankan Kepercayaan Publik Faktor Utama Pengembangan ETF Emas
JPNN.com · 10 Agustus 2026 pukul 17.15
Airlangga Pede ETF Emas RI Bisa Kalahkan India dan Singapura
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 11.15
ETF Emas Resmi Tersedia di BEI, Wamenkeu Beri Pesan Penting
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 10.40
HUT RI, OJK Siapkan 3 Agenda Strategis untuk Ekonomi Indonesia
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 18.30